Pertemuan Bilateral antara Menteri Agama Republik Indonesia dengan Menteri Haji dan Umarah Kerajaan Arab Saudi Muhammad Saleh bin Thahir Banten pada 10 Zulhijjah 1440H / 11 Agustus 2019 di Istana Mina memberikan kejutan bagi saya secara pribadi. Mengingat dalam pertemuan tersebut ada pernyataan beliau yang menggelitik hati saya bahwa dalam perhelatan haji sebagai rukun islam bagi ummat Islam dunia tentu ini merupakan suatu hal yang sangat diharapkan dan di nanti-nanti semua orang, baik orang itu berangkat sebagai jemaah atau masyarakat yang mengikuti berita perkembangan tanah suci ini, sudah tentu ingin mendapatkan pelayanan terbaik dari kami. Untuk itu Kementerian Haji akan terus melakukan inovasi-inovasi dalam menyempurnakan pelayanan bagi jemaah haji.
Dalam berinovasi peningkatan layanan tidak serta merta memuaskan semua pihak karena jemaah haji yang datang ke tanah suci ini berbeda strata sosial dan budaya, sejumlah jemaah berasal dari letak geografis pegunungan desa di pedalaman hutan jauh dari industri peradaban moderen dan sejumlah lain datang dari masyarakat yang sudah terbiasa mendapat layanan dengan fasilitas bintang lima dan mereka ini dalam jumlah yang besar yaitu tiga juta jemaah. Sungguh tidak terbayangkan tiga juta kuantitas jemaah yang berbeda strata sosial dan budaya itu harus mendapatkan kualitas pelayanan maksimal di saat hari yang sama ke tempat tujuan sama dimana ditempat itu harus tersedia fasilitas dasar seperti trasnsportasi, akomodasi, makan, minum, air, listrik dan lain-lainnya. Hal inilah yang terus menjadi pemikiran kami agar jemaah-jemaah ini mendapat layanan dalam standar minimal yang mempertemukan dua perbedaan peradaban kelas sosial tersebut.
Hasrat untuk meningkatkan pelayanan tersebut sungguh menjadi pemikiran serius yang terus kami lakukan saat ini seperti eksperimen di Mina pembangunan kemah dua tingkat dan mengisinya dengan dua tingkat kasur untuk jemaah yang berasal dari asia selatan tetapi setelah dilakukan penelitian oleh Instansi Pertahanan Sipil Kerajaan Saudi, sementara menolak proyek sistem layanan seperti itu dengan alasan penolakan utama adalah terkait keselamatan jemaah haji itu sendiri seandainya terjadi kebakaran dan alasan lainnya.
Pada akhirnya Menag Lukman Hakim Saefudin memberikan apresiasi atas layanan yang telah diberikan Kementerian Haji kepada jemaah di tahun ini, Beliau menemukan ada perbedaan yang signifikan layanan kebersihan yang cukup memuaskan dibanding dengan tahun seelumnya dan mensupport proyek pembangunan layanan di Arab Saudi. Dan selanjutnya pertemuan di akhiri dengan ramah tamah makan malam.
Zulkarnain Nasution
Penulis adalah Alumni Al-Azhar University Cairo Mesir
Zulkarnain Nasution
Penulis adalah Alumni Al-Azhar University Cairo Mesir



0 comments:
Post a Comment