24 December 2015

Buku Program Muhammadiyah Bali 2015-2020




Buku Program Muhammadiyah Bali 2015-2020, yang dibagikan kepada peserta MUSWIL XI Muhammadiyah Bali merupakan panduan langkah kerja Muhammadiyah Wilayah Bali dalam lima tahun ke depan.

Buku ini di bagikan saat MUSWIL XI hari ini (24-25 Desember 2015) di San Quest Hotel, Mahendradata - Denpasar, Bali. Untuk konten lebih lengkapnya bisa anda baca pada e-book, atau bisa men-download-nya bila diperlukan.

Buku Panduan Rapat MUSWIL IX MUHAMMADIYAH BALI 2015-2020




Hari ini, 24-25 Desember 2015 telah mulai dilaksanakan MUSWIL XI Muhammadiyah Bali 2015-2020 di San Quest Hotel, Mahendradata Bali. Dan berikut adalah Buku Panduan Persidangan MUSWIL XI  Muhammadiyah Bali 2015-2020. Silahkan download e-book-nya bila diperlukan.

20 December 2015

SPEAM: Pesantren Mengantar Santri Cerdas dan Berbakat

Sungguh membuat terharu bagi wali santri Sekolah Pesantren Enterpriner Al-Ma'un Muhammadiyah (S-PEAM) Pasuruan melihat anaknya melantunkan ayat-ayat suci yang dihafalkan selama enam bulan di pondok. Tetesan air mata tak tertahankan dari wali santri seiring anak santri lainnya menampilkan potensinya masing-masing. Dari mulai hafalan alQuran, pidato, drama, lagu, dengan bahasa inggeris arab, serta ada juga yg menjajakan produk usaha yg dihasilkan santri sebagai wujud menumbuh kembangkan jiwa enterprinershif pada santri di acara pelepasan libur semester.

Pada acara pelepasan libur semester santri SPEAM tahun ini para wali santri oleh pengurus diajak untuk  ikut serta dalam membesarkan Pesantren ini dengan rasa optimis, dengan doa dan shalat tahajjud agar anak-anaknya berprestasi sesuai harapan. Begitu pun para pengurus SPEAM dapat menjalankan dan meningkatkan program yang sudah disepakati sebagai target pesantren dan dapat mewujudkan prasarana yang lebih memadai terutama dalam menyambut tahun ajaran baru ke depan.

Wali Santri seperti nya sangat bahagia melihat performance anaknya dalam acara pelepasan tersebut. Kebahagiaan itu terpancar dari senyuman dan mata yang berkaca-kaca. Sehingga ajakan pengurus kepada wali santri untuk membesarkan Pesantren ini secara bersama langsung disambut dengan mengucap hamdalah bersama.

Ada hal yang menarik dari metode pembelajaran di pesantren ini bahwa pembelajaran alQuran dan kitab kuning dapat dipelajari bersamaan di pesantren ini dengan menggunakan metode TAMYIZ. Metode ini dianggap mampu memutus waktu yang panjang dalam mempelajarai bahasa arab dengan waktu sesingkat-singkatnya. Santri sambil bernyanyi menghafalkan kaedah bahasa arab yang langsung diaplikasikan melalui baca dan hafalan alQuran. Metode yang belum ada di tempat lainnya. Sukses terus ...

Zulkarnain Nasution

Penulis adalah Alumni Al-Azhar University Cairo Mesir

08 December 2015

KUA: Tolak Gratifikasi!!!

Perubahan yang signifikan membuat para KUA se-Indonesia terkaget-kaget untuk meninggalkan tradisi lama ke tradisi baru. Tradisi lama dalam pelayanan nikah di KUA hanya membayar PNBP rp. 30.000 saja dalam biaya pencatatan nikah. Tetapi sering sekali masyarakat yang dilayani memberi amplop tambahan usai prosesi aqdunnikah. Sehingga para penghulu nyaman dengan kebiasaan itu karena tanpa di mintak pun masyarakat sudah memahami itu. dan belum afdhal rasanya bagi masyarakat jika penghulu tidak membawa bingkisan sepulang dari proses pernikahan. Karena itu pula setiap kali pendaftaran nikah justru masyarakat itu langsung bertanya kepada KUA  "kira kira biasanya berapa Pak?". Dan pertanyaan itu pula terkadang dimanfaatkan oleh oknum di KUA untuk mendapatkan untung yang berlebih dari kebiasaan nya. Akibat nya terjadi keresahan di masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu mengikuti pasaran di tempatnya.     Ironisnya lagi oknum mudin di desa ikut-ikutan menarik jasa berlipat-lipat agar mendapatkan keuntungan dari kebahagiaan orang menikah dengan mengatas namakan KUA. Akhirnya penilaian negatif "KUA koruftor" melekat di tubuh KUA, terutama di era belakangan ini dimana semangat penghakiman gratifikasi merupakan musuh bersama di negara ini.
Sebelum image menyakitkan itu terus melekat pada KUA maka pemerintah mengeluarkan PP 19 tahun 2015 tentang biaya PNBP nikah Rp. 0 jika nikah di KUA di saat jam dinas kantor dan paslon nikah miskin atau kena musibah. Maka diluar keadaan itu calon pengantin membayar rp 600.000 ke rekeing pemerintah melalui bank yang ditetapkan.
Dari peraturan itu jelas bagi penghulu akan mendapat honor dan transport yang akan di transfer sesuai jumlah pernikahan di KUA masing-masing.  Tak luput kesejahteraan menghampiri para penghulu tanpa perlu mengkondisikan lagi calon pengantin dengan jurus-jurus jitu KUA sebelumnya karena telah diatur langsung oleh peraturan pemerintah yang sudah berpihak kepada KUA dan tentu memberikan kepastian biaya kepada masyarakat.Para penghulu sangat merasakan manfaatnya karena pada dasarnya mereka juga adalah bagian dari masyarakat yang perlu terpelihara nama baiknya. Sekarang KUA menunggu perbaikan-perbankan berikutnya terang Drs. Nurkhamid, M.Ed Kabid Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali dalam acara Temu Konsultasi Kepenghuluan yang dilaksanakan di Aula Kemenag Prov. Bali.
Nurkhamid menambahkan bahwa KUA adalah garda terdepan dalam pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan yang berhadapan langsung dengan stakeholder. Oleh karena itu Kementerian Agama akan dinilai baik jika di tingkat bawah pelayanan dapat maksimal pro rakyat terutama menyangkat tugas pokok KUA itu sendiri. Walaupun kita menyadari bahwa KUA sangat minim fasilitas dan anggaran tetapi jangan membuat surut perjuangan dalam ikhlas beramal.

Zulkarnain Nasution

Penulis adalah Alumni Al-Azhar University Cairo Mesir